Tangerang FMT Media 4 Okt 2026, Kancah musik underground Tanah Air kembali punya cerita seru yang pantas jadi sorotan. Kenalkan, Tandvk, Band deathGrind asal Tangerang yang pelan-pelan tapi pasti mulai mengepakkan sayapnya ke kancah internasional. Hebatnya, semua pencapaian ini mereka raih dengan keringat sendiri alias murni lewat jalur independen.
Lahir dari Rasa ‘Gemas’ Ingin Ngebut
Terbentuk pada Desember 2024, Tandvk digawangi oleh empat personel lintas generasi: Sekultus/Furkan (gitar), Jack (vokal), Brata (drum), dan si bungsu, Wisnu (bass).
Usut punya usut, band ini ternyata lahir dari ‘kegelisahan’ sang drummer, Brata. Sebelumnya, ia tergabung dalam sebuah band metal yang dirasa pergerakannya cenderung mandek. Ingin main ngebut dengan tempo cepat, Brata dan Sekultus akhirnya memprakarsai lahirnya Tandvk.
Awalnya, band ini punya konsep super nekat: hanya ingin jalan dengan formasi drum dan bass! Namun, setelah mencoba jamming dan merasa ada frekuensi nada yang kurang pas, akhirnya Sekultus yang awal posisinya di bass dan vocal lalu pindah menjadi gitar dan lanjut merekrut vocalis (Jack) lalu bass (Wisnu) hingga formasi mereka utuh dan lebih beringas.
Bikin Bangga Lewat ‘Split Album Kompilasi’ Lintas Negara
Meski belum lama berdiri, gebrakan Tandvk patut diacungi jempol. Mereka sukses merilis split album kompilasi bareng Agathocles, band pionir mincecore legendaris asal Belgia.
Dalam proyek lintas benua ini, Tandvk menyumbangkan delapan lagu andalan mereka. Nggak cuma tersedia di platform streaming digital, karya ini juga dirilis secara fisik dalam format kaset pita edisi terbatas. Yang bikin bangga, kaset ini berhasil diekspor hingga ke Belgia, Austria, Ukraina sampai ke USA bahkan kini statusnya jadi barang buruan (collector item) para penikmat musik ekstrem di sana.
Napas DIY dan Target Tur ke Negeri Sakura
Kalau ditanya apa rahasia dapur mereka bisa se-progresif ini, jawabannya cuma satu: Do It Yourself (DIY) garis keras. Tandvk membuktikan bahwa pergerakan mandiri bisa membuahkan hasil maksimal kalau diiringi komitmen. “Kita juga banyakin sowan, terutama tanya-tanya diluar negeri itu seperti apa jika kita main disana”. Ujar Sekultus ketika bertandang ke FMT Media.

Mulai dari patungan dana, desain grafis, produksi merchandise, urusan lirik, hingga manajemen panggung, semuanya diurus sendiri dan dibagi rata ke tiap personel. Prinsip mereka teguh: lebih baik menjadi band yang terus aktif bergerak dengan kalender kegiatan yang penuh dari awal hingga akhir tahun, ketimbang cuma produktif di studio tapi jarang unjuk gigi.
Saat ini, Tandvk sedang tancap gas merampungkan album kedua mereka. Usut punya usut, rilisnya album penuh ini ternyata bukan sekadar perayaan karya, melainkan syarat wajib dan ‘tiket’ utama mereka untuk mewujudkan mimpi besar selanjutnya: menggelar tur ke Jepang!
Melihat etos kerja dan semangat mereka, rasanya tinggal tunggu waktu saja sampai nama Tandvk benar-benar berkibar di Negeri Sakura. Respect!
Tinggalkan Balasan