Goodbye Dren Bangkit Setelah Kehilangan Sang Pendiri, Lanjutkan Perjuangan Lewat “Kabar Senja”

Goodbye Dren saat bekunjung ke FMT Media
Goodbye Dren saat bekunjung ke FMT Media

TANGERANG FMT Media, 07 Okt 2026 – Kehilangan sosok pendiri sekaligus motor penggerak utama tentu bukan perkara mudah bagi sebuah band. Hal itu harus dihadapi Goodbye Dren, band pop punk yang kehilangan sang pendiri, Fajri Gunawan, pada 28 Februari 2026.

Kepergian Fajri sempat membuat perjalanan Goodbye Dren berada di ujung tanduk. Para personel mengaku sempat terpuruk dan nyaris memutuskan untuk membubarkan band. Namun, rasa kehilangan sekaligus keinginan untuk meneruskan perjuangan sang pendiri akhirnya membuat mereka memilih untuk kembali bangkit.

Dalam sesi wawancara bersama Tim Media FMT, para personel Goodbye Dren menceritakan perjalanan panjang band tersebut sekaligus bagaimana mereka menghadapi masa sulit setelah kepergian Fajri.

Saat ini, Goodbye Dren diperkuat Syahnur (gitar/vokal), Febri (drum), Ilham (bass), dan Aldy (lead guitar). Sebelum berkembang menjadi sebuah band, Goodbye Dren sebenarnya berawal dari proyek solo yang digagas Fajri ketika dirinya sedang vakum dari band sebelumnya.

Seiring waktu, proyek tersebut berkembang menjadi sebuah band utuh. Goodbye Dren bahkan sempat membawa karya mereka ke panggung musik di Yogyakarta dan mulai membangun perjalanan baru dengan formasi yang lebih solid.

Menariknya, nama Goodbye Dren sendiri memiliki cerita tersendiri. Nama tersebut berasal dari frasa “Goodbye Dren”. Kata “Dren” jika dibaca terbalik menjadi “Nerd”, yang merupakan sapaan bagi basis penggemar band lama Fajri. Nama Goodbye Dren kemudian menjadi semacam salam perpisahan Fajri terhadap perjalanan masa lalunya sekaligus penanda dimulainya fase baru dalam bermusik.

Bagi para personel, Fajri bukan sekadar pendiri. Ia merupakan sosok yang memiliki peran besar dalam hampir seluruh proses kreatif Goodbye Dren, mulai dari menulis lirik, mencari nada, hingga menentukan arah musik band.

“Kalau enggak ada dia, mungkin kita udah enggak main musik lagi,” ungkap salah satu personel saat menggambarkan besarnya pengaruh Fajri terhadap perjalanan Goodbye Dren.

Kepergian Fajri pun meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi. Namun, di tengah kehilangan tersebut, Syahnur, Febri, Ilham, dan Aldy memilih untuk tidak menyerah. Mereka sepakat mempertahankan Goodbye Dren sebagai bentuk penghormatan sekaligus cara untuk meneruskan semangat bermusik yang telah dibangun bersama Fajri.

Semangat tersebut kemudian mereka tuangkan melalui karya terbaru berjudul “Kabar Senja”. Lagu ini menjadi karya yang secara khusus dipersembahkan untuk mengenang almarhum Fajri.

“Kabar Senja” juga menjadi titik penting bagi Syahnur. Untuk pertama kalinya, ia mengambil peran sebagai penulis lirik setelah sebelumnya posisi tersebut banyak diisi oleh Fajri.

Pergantian peran tersebut sekaligus menandai perubahan dalam proses kreatif Goodbye Dren. Jika sebelumnya arah musik banyak ditentukan oleh Fajri, kini keempat personel harus membangun karya secara bersama-sama.

Ide lagu, aransemen, hingga pengembangan materi musik dikerjakan melalui proses diskusi dan eksplorasi bersama di studio. Mereka dituntut untuk saling mendengarkan, melempar gagasan, sekaligus menurunkan ego masing-masing demi menemukan warna musik Goodbye Dren yang baru.

Bagi Goodbye Dren, “Kabar Senja” bukan sekadar lagu baru. Karya tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada sosok yang telah memulai perjalanan mereka sekaligus menjadi penanda bahwa kepergian Fajri tidak membuat cerita Goodbye Dren berakhir.

Justru dari kehilangan tersebut, mereka memilih untuk melanjutkan langkah, membawa nama Goodbye Dren tetap hidup dan meneruskan warisan musik yang telah ditinggalkan sang pendiri.

Salut, tetap semangat Goodbye Dren !. (TM)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan