BANDUNG FMT Media 11 Okt 2026. Tidak semua cinta berakhir dengan kebahagiaan. Ada kalanya seseorang telah memberikan perhatian, pengorbanan, dan komitmen sepenuh hati, tetapi justru merasa berjuang sendirian dalam sebuah hubungan. Perasaan inilah yang diangkat EGA ASTAGA melalui single perdananya, “TAPERA” (Tak Peka Rasa).
Penyanyi sekaligus pencipta lagu pendatang baru asal Garut, Jawa Barat, ini resmi memperkenalkan langkah awalnya di industri musik melalui rilisan yang mengusung genre Pop Alternatif tersebut. Single “TAPERA” dirilis secara digital pada 2 Oktober 2026 melalui distributor Soundfresh.
Lewat lagu ini, EGA ASTAGA mencoba menerjemahkan pengalaman emosional tentang cinta yang tidak mendapatkan respons seimbang. Bukan sekadar bercerita tentang patah hati, “TAPERA” menggambarkan situasi ketika ketulusan seseorang seolah tidak berarti di mata pasangan yang dicintainya.
Ketika Pengorbanan Tak Lagi Berarti
Judul “TAPERA” merupakan singkatan dari Tak Peka Rasa, yang merepresentasikan inti cerita dalam lagu tersebut. Seseorang mencintai pasangannya dengan tulus dan mendalam, tetapi harus menghadapi kenyataan bahwa pengorbanan serta komitmen yang diberikan tidak mendapatkan kepekaan yang diharapkan.
Tema ini menjadi ruang bagi EGA ASTAGA untuk menyampaikan keresahan hati melalui lirik yang emosional. Dengan balutan Pop Alternatif, ia menghadirkan kisah yang dekat dengan pengalaman banyak orang, terutama mereka yang pernah merasa menjadi satu-satunya pihak yang berusaha mempertahankan hubungan.

Bagi pendengar yang pernah berada dalam situasi serupa, “TAPERA” menawarkan sebuah cerita yang mungkin terasa akrab: tentang bertahan, berharap, dan menghadapi kenyataan ketika perasaan tidak berjalan beriringan.
Membawa Identitas Emosional Lewat Pop Alternatif
Lahir dan dibesarkan di Garut, EGA ASTAGA kini berbasis di Bandung, salah satu kota yang menjadi bagian dari perjalanan aktivitas musiknya. Sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu, ia menempatkan musik sebagai ruang untuk mengekspresikan emosi dan keresahan yang terkadang sulit diungkapkan melalui kata-kata biasa.
Kekuatan musikalnya bertumpu pada penulisan lirik yang mendalam serta karakter vokal yang khas. Ia memandang musik sebagai medium yang dapat menjadi cermin bagi perasaan pendengarnya, sehingga setiap karya tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan pengalaman emosional mereka sendiri di dalamnya.
Melalui “TAPERA”, EGA ASTAGA mulai memperkenalkan identitas bermusiknya kepada pendengar yang lebih luas. Single perdana ini menjadi pijakan awal dalam upayanya menghadirkan warna tersendiri di industri musik, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Langkah Awal Menuju Pendengar yang Lebih Luas
Sebagai rilisan pembuka, “TAPERA” menandai dimulainya perjalanan EGA ASTAGA dalam memperkenalkan karya orisinalnya. Pilihan tema tentang hubungan sepihak menjadi cara untuk menghadirkan cerita yang personal sekaligus relevan dengan pengalaman banyak pendengar.
Karya ini juga memperlihatkan bagaimana keresahan emosional dapat diterjemahkan menjadi sebuah lagu, dengan lirik sebagai pengantar cerita dan Pop Alternatif sebagai medium penyampaiannya.
Bagi EGA ASTAGA, perjalanan di industri musik masih terbuka luas. Namun, melalui “TAPERA”, ia telah memulai langkah untuk membangun identitas musikal yang bertumpu pada kejujuran perasaan, kekuatan lirik, dan cerita yang dekat dengan kehidupan.
Singel “TAPERA” dapat dicari melalui platform musik digital. Pendengar juga dapat mengikuti aktivitas EGA ASTAGA melalui kanal YouTube @egaastaga, Instagram @egaastaga, dan TikTok @ega_astaga.
Sukses selalu untuk teman-teman musisi Bandung dan sekitarnya. Salam Musik Indonesia !
Leave a Reply